Benarkah ada Gurita Berwajah Manusia?

Posted by tanpa nama On Senin, 18 Oktober 2010 0 komentar


Berita ini memang sudah sangat lama. Pada kemuculan awal-awalnya, berita ini sempat menghangatkan sebagian besar para pembaca yang menyukai pembahasan mengenai kriptozoologi Indonesia. Tapi pada tulisan saya ini, saya akan mengulasnya dari sisi yang berbeda. Dan benarkah ada gurita berwajah manusia?


Herman yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan, pada suatu hari menangkap sebuah gurita di Perairan Saruban Kabupaten Mentawai. Gurita yang berhasil ditangkap olehnya dan seorang temannya tersebut, lantas dibawa kerumahnya untuk dimasak bersama istrinya, Nita.  Herman tidak pernah berpikir bahwa tangkapannya pada hari itu akan mendatangkan peristiwa unik dirumahnya. 

Herman dan Nita semula hanya ingin membakar gurita yang baru saja ia dapatkan. Ketika beberapa menit membakar gurita tangkapan suaminya, Nita merasa mendengar suara tangisan bayi. Tapi setelah ia mengingat-ingat, disekitar rumahnya tidak ada tetangga yang sedang mengandung atau melahirkan bayi. Nita pun diliputi rasa penasaran, darimanakah asalnya suara tangis bayi tersebut. 

Nita pun menyelidiki asal suara tangisan tersebut. Dan sampailah ia pada sumber suara tangisan bayi yang sejak tadi didengarnya. 

"Suara tangis bayi tersebut berasal dari gurita yang tengah dibakar"

Nita pun lantas membuka panci dimana gurita itu direbus. Dan terkejutlah ia ketika mendapati gurita tersebut berubah bentuk. Gurita itu berubah menyerupai manusia.


Setelah peristiwa itu...
Well, tulisan diatas sudah mengawali sebuah peristiwa unik yang tengah terjadi disekitaran masyarakat Padang. Dan bagaimanakah kelanjutan dari peristiwa tersebut? 

Rumah pasangan Herman dan Nita menjadi ramai dikunjungi oleh penduduk yang sekedar ingin menonton atau memotret gurita aneh tersebut. 

Warga disekitar rumah pasangan suami istri tersebut juga mendapatkan keuntungan dari fenomena aneh dirumah Herman dan Nita. Bagi yang ingin menonton atau sekedar memotet sudah disediakan lahan parkir. Dan tentu saja, tidak gratis lho. Bagi warga yang sudah mendapatkan foto gurita tersebut, bisa menjualnya. Sedangkan pada mulut gang dikediaman Herman dan Nita sudah berdiri pos-pos sumbangan. Dan tentu saja, sudah termasuk pos sumbangan sukarela dirumah Herman dan Nita.

Baik, mari kita lihat lebih lanjut dari sisi yang berbeda mengenai peristiwa tersebut. 

Gurita berkepala manusia memang sudah dimuat dibanyak blog dan web lainnya. Saya mengambil acuan berita tersebut dari Kompas.com. Mari kita lihat sejak kapan gurita tersebut ditangkap. 

Kompas.com menyiarkan berita tersebut pada laman webnya pada hari Selasa tanggal 5 Januari 2009. Ada sebuah kalimat dari berita tersebut yang bisa kita gunakan untuk mengetahui kapan ditangkapnya gurita aneh itu: 

"Sampai Senin (5/1) dinihari masih ada warga yang datang melihat, mereka mengetok pintu rumah agar bisa melihat gurita berkepala manusia ini," ujar Nita saat dikunjungi, Senin (5/1)."

Berarti kemungkinan gurita itu ditagkap beberapa hari sebelum pemberitaan di Kompas. com. Mungkin pada hari Minggu, atau bisa juga pada hari Sabtu. Adapun berita dari Kompas.com sehari sebelum pemberitaan pada tanggal 5 Januari. 





PADANG, MINGGU - Warga Kelurahan Berok Nipah Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Minggu (4/1) dibuat geger oleh seekor gurita yang memiliki kepala menyerupai manusia. Gurita seukuran telapak tangan orang dewasa itu ditemukan Nita, warga setempat, ketika sedang merebus gurita.

Gurita itu memang dibakar. Apa bukti kalau gurita itu dibakar adalah, adanya bekas seperti pelepuhan karena panas pada tentakelnya seperti yang sudah saya tandai. 


Kemudian, kita akan dihadapkan pada pertanyaan selanjutnya:

"Benarkah gurita tersebut memang berwajah manusia atau jadi-jadian? Ataukah hanya reaksi pelepuhan karena panas?"

Untuk itu saya akan mengajak pembaca sekalian untuk menyimak sedikit ulasan mengenai masakan gurita. 


Tidak, bukan Takoyaki. Tapi yang satu ini. Yaitu gurita rebus!



Bagaimana? Sepertinya mirip juga dengan dengan gurita berkepala manusia yang dimiliki Herman dan Nita.

Jadi, intinya adalah, kemungkinan apa yang dialami Herman dan Nita hanyalah peristiwa biasa saja. Yang sangat wajar sekali kalau kita hendak membakar atau merebus gurita. Dan pertanyaan yang lebih unik lagi:

"Jika kita ingin merebus cumi-cumi, apakah akan menjadi seperti orang dibawah ini?" 


Nah, berikut saya sertakan penjelasan ilmiah yang saya dapat dari ARPA Pagenet:
"Gurita (octopus sp) yang memiliki kepala mirip manusia dengan dua mata, hidung dan telinga yang ditemukan Anita, warga Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang tiga hari lalu diduga akibat kelainan gen (genetik).
Menurut Kepala Pusat Studi Kelautan dan Perikanan Universitas Bung Hatta Eni Kamal, penyebab terjadinya karena kelainan genetik, pigmen serta kelebihan protein.
“Sehingga setelah direbus kepalanya mirip wajah manusia,” kata Eni Kamal yang sudah melihat langsung hewan laut tersebut.
Dia menilai penemuan gurita aneh tersebut bukan sesuatu yang perlu dikaitkan dengan mistik, apalagi disebut sebagai tanda akan terjadi gempa di Kota Padang.
“Jadi diharapkan masyarakat tidak mengaitkan dengan mistik, ini hal biasa saja, kelainan gen bisa terjadi pada hewan 1.000 berbanding satu,” katanya.
Menurut Eni, gurita yang ditemukan tergolong dewasa karena telah berumur 1 tahun. Usia gurita maksimum 5 tahun.
Sementara Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Bung Hatta Yempita Effendi mengatakan, secara normal kepala gurita menyerupai ‘songkok’ (tutup kepala) polos. “Adanya penemuan gurita dengan wajah manusia termasuk fenomena langka,” katanya.
Menurutnya, gurita merupakan makhluk laut di perairan dangkal yang hidup di sela-sela karang. Panjang maksimal seekor gurita bisa sampai 1,5 meter. Jadi gurita aneh ini masih kecil." 
Thanks to ARPA Pagenet. Sekarang kita sudah tidak perlu ragu lagi jika ingin merebus gurita. Tapi yang jadi masalah, bagaimanakah dengan suara bayi yang didengar oleh Nita yang berasal dari tempat ia merebus gurita tersebut? Ataukah mengenai suara bayi itu hanyalah cerita yang ditambah-tambahkan?

*Catatan : ada yang mengatakan gurita itu dibakar di tembikar, ada pun yang mengatakan gurita tersebut direbus seperti yang tengah diberitakan oleh beberapa media. Jika gurita tersebut diceriatakan direbus, maka akan ada cerita bahwa gurita tersebut mengeluarkan air sebagai bentuk proses setelah direbus (dan ada beberapa nedia yang mengatakan bahwa air tersebut adalah air mata sang gurita. Tapi jangan ditelan mentah-mentah dulu pemberitaan yang mengatakan bahwa gurita itu menangis. Sekali lagi, air tersebut hanyalah reaksi karena rebusan). 

0 komentar:

Poskan Komentar